Pagi itu di sebuah kantor instansi pemerintah, datanglah seorang ibu yang mengeluh karena tidak mendapat bansos lagi. Dia inginnya tetap mendapat bansos. Akhirnya saya cek di website Cek Bansos, ternyata ibu terdata dalam DTSEN berada dalam desil 6, artinya termasuk masyarakat kelas menengah. Ilustrasi AI Ibu itu berkata "Bagaimana ya Pak saya mau turun desil?" Astagfirullah ibu, orang mah maunya naik desil, alias kehidupannya menjadi lebih baik. "Tapi suami saya kerja biasa aja, bukan orang mampu" Saya bisa pahami dari penampilannya memang sesuai sih kalau berada dalam rentang desil 1 - 4, tapi ternyata pemerintah menempatkannya dalam desil 6, keluarga kelas menengah yang tidak berhak mendapat bansos lagi, termasuk saya. Desil hanyalah sekedar angka, seperti halnya angka pertumbuhan ekonomi, angkanya naikpun tapi ketika ada pembagian bansos yang antri begitu banyak. Pengangguran dimana-mana, cari kerja susah, rupiah melemah terus, index saham Indonesia juga menuju ...
Ditengah keresahan para PPPK PW di berbagai daerah, dimana mereka khawatir tidak kebagian THR dikarenakan tidak adanya aturan bahwa PPPK PW harus mendapatkan THR dan juga kondisi keuangan daerah yang megap-megap, sore tadi hari Ahad tanggal 15 Maret 2026 terjawab sudah kekhawatiran PPPK PW khususnya di Kota Depok. Karena di berbagai grup WA PPPK PW Kota Depok, anggotanya banyak yang menuliskan kata Alhamdulillah ! Mereka bersyukur karena THR yang selama ini diharap-harapkan telah masuk ke rekening mereka, termasuk saya tentunya 😁. Dan bersyukurnya lagi, THR tersebut masuk tanpa potongan. Karena kalau gaji biasanya di potong BPJS. Memang dari saat honorer, sudah menjadi mafhum bahwa setiap hari raya Idul Fitri, kami para honorer mendapatkan THR full dari pemerintah kota kebanggaan kami, Kota Depok. Pun setelah kami berganti status menjadi ASN PPPK Paruh Waktu, Alhamdulillah kami mendapatkan THR juga. Sebelumnya ada juga sih kekhawatiran saya, jangan-jangan setelah jadi PPPK PW malah ti...