Kali ini saya ingin menceritakan pengalaman pribadi mendaftarkan anak sekolah yang baru lulus SMP Negeri ke SMA Negeri di Kota Depok. Sebagaimana kita tahu, untuk SMA/SMK sederajat berada langsung di bawah Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat. Ilustasi PCMB Jawa Barat Carut Marut - AI Rupanya pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini ada gagasan yang dibuat oleh Kang Demul selaku Gubernur Jawa Barat, yaitu sekolah Maung dan tahapan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) yang kemudian saya pelesetkan menjadi Petaka Calon Murid Baru. Mengapa saya pelesetkan? Tentu mungkin diantara para pembaca sudah mendengar beritanya di berbagai platform medsos, dimana tahapan PCMB ini menjadi petaka bagi calon murid baru termasuk anak saya. Beda kata Gubernur, Beda kata Sekolah Pada banyak video yang berseliweran di media online, Kang Demul menjelaskan bahwa tahap PCMB ini adalah tahap pemetaan, tujuannya supaya pemerintah Jawa Barat bisa melihat sebaran calon murid yang mendaftar ke suatu sek...
Pagi itu di sebuah kantor instansi pemerintah, datanglah seorang ibu yang mengeluh karena tidak mendapat bansos lagi. Dia inginnya tetap mendapat bansos. Akhirnya saya cek di website Cek Bansos, ternyata ibu terdata dalam DTSEN berada dalam desil 6, artinya termasuk masyarakat kelas menengah. Ilustrasi AI Ibu itu berkata "Bagaimana ya Pak saya mau turun desil?" Astagfirullah ibu, orang mah maunya naik desil, alias kehidupannya menjadi lebih baik. "Tapi suami saya kerja biasa aja, bukan orang mampu" Saya bisa pahami dari penampilannya memang sesuai sih kalau berada dalam rentang desil 1 - 4, tapi ternyata pemerintah menempatkannya dalam desil 6, keluarga kelas menengah yang tidak berhak mendapat bansos lagi, termasuk saya. Desil hanyalah sekedar angka, seperti halnya angka pertumbuhan ekonomi, angkanya naikpun tapi ketika ada pembagian bansos yang antri begitu banyak. Pengangguran dimana-mana, cari kerja susah, rupiah melemah terus, index saham Indonesia juga menuju ...